Senin, 31 Mei 2010

Liverpool Tolak 4 Juta Pound Chelsea untuk Benayoun

London – Liverpool menolak proposal senilai 4 juta Pound atau Rp 53 miliar dari Chelsea yang ingin memboyong gelandang asal Israel Yossi Benayoun yang berselisih dengan pelatih Rafael Benitez.

Menurut laporan The Guardian, pagi tadi waktu setempat atau siang ini WIB, The Reds menolak tawaran tersebut meski mereka sedang membutuhkan dana untuk belanja pemain pada bursa transfer pertengahaan tahun ini.

Kabarnya, minggu depan pelatih The Blues Carlo Ancelotti akan menaikkan tawaran menjadi 6 juta Pound demi mendapat tanda tangan Benayoun. Jumlah ini sebenarnya masih jauh dari apa yang diharapkan Liverpool. Goal melansir bahwa sebuah sumber yang dekat dengan Benayoun mengatakan Benitez hanya akan melepas dengan harga 10 juta Pound.

Pemain 30 tahun ini bermain 42 kali musim ini dan mencetak sembilan gol. Ia disebut-sebut segera meninggalkan Anfiled karena bersitegang dengan Benitez. Banyoun cukup menarik perhatian banyak klub. Selain Chelsea, klub Liga Primer lain yang meliriknya adalah Tottenham. Dari Italia ada AS Roma, sedang Sevilla menjadi klub Spanyol yang tertarik menggunakan jasanya.

Laporan ini menyebutkan baru Chelsea yang mengajukan tawaran resmi. Disebutkan bahwa Ancelotti bertekad menyelesaikan proses transfer ini dalam beberapa minggu kedepan. Besar kemungkinan Benayoun menerima tawaran Chelsea jika klubnya sudah setuju dengan proposal klub London tersebut.

Benayoun menjadi target klub yang bermarkas di Stamford Bridge ini setelah gelandang sayap Joe Cole besar kemungkinan hengkang setelah kontraknya habis dan belum ada tawaran perpanjangan dari Chelsea.

Minggu, 30 Mei 2010

Peringati Tragedi Heysel, Bel Berdentang 39 Kali Di Liverpool

Heysel 3
Bel berdentang di Liverpool, Sabtu (29/5) kemarin untuk memperingati tragedi stadion Heysel yang memakan korban tewas 39 penggemar sepakbola.

Kebanyakan korban datang dari pendukung
Juventusketika sebuah tembok stadion runtuh akibat terjadinya kerusuhan.

Bel berdentang sebanyak 39 kali dan bendera Liverpool dikibarkan setengah tiang sebagai penghormatan terhadap para korban. Sementara itu bos Liverpool Christian Purslow menghadiri upacara peringatan di Turin.

Suporter kedua tim menggelar laga persahabatan di Kirby Academy sebagai simbol rekonsiliasi kedua tim.

"Setelah tinggal selama lima tahun lebih di Liverpool, saya melihat dengan mata kepala sendiri penyesalan pendukung Liverpool dan saya ikut merasakan penyesalan tersebut," ujar seorang fans Juventus Serafino Ingardia, di laman resmi Liverpool.

Sementara itu fans Liverpool Dave Usher, menambahkan: "Untuk mengingat para korban, kami mengedepankan persatuan dan ingin memperlihatkan kepada Italia jika kami tidak pernah melupakan peristiwa buruk itu."

Sabtu, 29 Mei 2010

Liverpool Gelar Peringatan 25 Tahun Tragedi Heysel


Liverpool – Seluruh Liverpudlian akan melakukan upacara memperingati 25 tahun tragedi Heysel di Liverpool Town Hall pukul tiga sore waktu setempat atau pukul sembilan malam ini WIB.

Liverpool Town Hall merupakan salah satu bangunan yang masih tersisa dari abad 18, menjadi salah satu bangunan penting di Inggris.

DailyMail.co.uk melaporkan, peringatan ini akan dilakukan dengan cara berdiam diri selama dua menit dan dipimpin oleh seorang pendeta Liverpool, Steven Brookes.

Pada akhir prosesi peringatan bakal terdengar bunyi lonceng sebanyak 39 kali, melambangkan jumlah korban dari tragedi yang terjadi pada 29 Mei 1985.

Seorang konsul Italia diundang pada acara ini, tak ketinggalan tentu Walikota Liverpool Mikey Storey yang kabarnya akan menulis surat untuk walikota Turin, Sergio Thiamparino. Surat ini berbicara tentang membangun tali persahabatan antara dua kota.

Para penggemar sepak bola asal Italia, terbunuh saat tembok Stadion runtuh ketika final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus di Heysel, tepatnya Stadion Nasional Belgia.

Selain 39 korban jiwa, lebih dari 600 juga orang terluka akibat kejadian ini. Akibatnya UEFA melarang Liverpool tampil di panggung Eropa selama lima tahun. Pada final tersebut Juventus menang 1-0.

Mereka yang meninggal berusia antara 11 hingga 58. Mereka adalah 32 fans Juventus dari Italia, empat penduduk Belgia, dua Prancis, dan seorang asal Irlandia Utara.

Meski UEFA dan asosiasi sepak bola Belgia telah mengkritik kondisi stadion serta alokasi penjualan tiket, namun tidak ada tindakan dari pihak berwajib.

Tak ada lagi pertandingan sepak bola yang dilangsungkan setelah tragedi ini dan pada 1994 diruntuhkan oleh Raja Baudouin untuk dijadikan situs.

Setelah lima bulan masa percobaan, akhirnya 14 pendukung Liverpool dihukum tiga tahun penjara di Belgia atas tuduhan pembunuhan tak disengaja.

Masyarakat di Turin juga berkumpul untuk memperingati hal yang sama.