Minggu, 18 April 2010

Harga Jual Liverpool Dipatok Hicks Rp 11 Triliun rupiah

George Gillet (kiri), Rick Parry (tengah), dan Tom Hicks (Getty Images/Christopher Furlong)

Tom Hicks, penguasaha yang mantan pemilik Liverpool, mulai melepas harga yang ditawarkan untuk membeli The Reds. Tidak main-main, Hicks dilaporkan melempar harga lebih dari £800 juta atau setara dengan Rp 11 triliun.

"Liverpool akan jadi investasi paling menguntungkan yang pernah saya buat," kata Hicks dilansir
The Daily Telegraph, Sabtu 17 April 2010.

"Saya harus bisa membuat uangku kembali empat kali lipat. Liverpool adalah sesuatu yang paling berharga namun di saat bersamaan juga sangat menyakitkan," tambah penguasa asal Amerika Serikat itu.

Hicks membeli The Reds bersama George Gillet di tahun 2007 silam dengan harga 'hanya' £219 juta atau setara dengan Rp 3 triliun. Angka lebih dari £800 adalah empat kali hasil invetasinya tiga tahun lalu itu.

Namun 'empat kali lipat' yang dimaksudkannya sekarang membuat nilai The Reds melonjak di atas kemampuan rata-rata para pembeli kakap. Salah satu calon pembeli yang sempat menyatakan minat adalah sebuah kelompok konsorsium Kuwait.

Namun mereka pun merasa keberatan dengan harga sebesar £500 juta yang dipatok Gillet dan Hicks karena dianggap masih terlalu tinggi

Hal ini menyulut kemarahan para penggemar Liverpool. Spirit of Shankly sebagai organisasi para fans The Reds menyatakan keberatan dengan harga yang ditetapkan Hicks.

"Nilai yang dinyatakan dia (Hicks) dan George Gillet kalau nilai klub sudah bertambah empat kali lipat dalam waktu tiga tahun sangatlah tidak realistis," jawab perwakilan Spirit of Shankly.

"Tidak akan ada investor yang akan bayar sebanyak itu karena memang klub tidak bernilai sebesar itu."

Hicks dan Gillet secara resmi melepas diri dari The Reds pada 16 April 2010. Kini mereka sudah menunjuk Martin Broughton. sebagai Chairman yang baru. Tugas utama Broughton adalah mengawasi dan mendampingi penjualan The Reds.

Sabtu, 17 April 2010

Penghinaan kepada fans Liverpool

Foto kontroversial Armand Maulana di twitter (twitter Armand Maulana)

Pentolan band GIGI, Armand Maulana, dicaci habis-habisan di akun Twitter-nya. Meski sudah berulang kali meminta maaf, namun caci maki itu terus mengalir hingga saat ini.

Caci maki itu berawal saat Armand mengirimkan twit foto pada Jumat 16 April 2010. Pada foto itu terlihat Armand mengenakan kaos berwarna merah yang bertuliskan 'We'll Rather Walk Alone!'. Kata-kata itu menyindir slogan klub Liverpool yakni 'You'll Never Walk Alone'.

Kaos itu juga terdapat gambar Liverbird, logo tim sepakbola Liverpool yang ditombak dengan trisula. Armand bahkan juga memberi judul fotonya itu 'not cool'.

Kiriman gambar itu kontan membuat pendukung klub Liverpool yang biasa disebut Liverpludian marah. Caci maki langsung berdatangan ke akun milik Armand yang beralamat @armandmaulana.

Armand sempat berujar bahwa judul 'not cool' itu adalah sebagai ekspresi untuk menghina kaos yang dipakainya. "Ok gua ngehina kaosnya karena ketidaktahuan gua langsung pakai tuh kaos karena disuruh tapi gua bukan setan gua manusia," ujar Armand dalam twitnya yang dikirimkan kemarin.

Armand juga bahkan kembali meminta maaf kepada liverpudlian se Indonesia. "Saya sudah minta maaf ke liverpudlian se-Indonesia dari tadi tapi tetap saja disumpahin dan berbau fisik bahkan membuang CD GIGI. Sekali lagi maaf," ujar Armand yang mengaku kalau dia adalah penggemar klub Manchester United, musuh bebuyutan Liverpool di Liga Inggris.

Caci maki itu terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan seseorang dengan akun bernama maddaz menuliskan status yang dirasa Armand tidak pantas. "@armandmaulana woii artis kampung.. pake baju gambar istri lo lagi digengbeng dong.. kan baju yang kemaren juga disuruh.."

Kontan status ini membuat Armand berang. "Maaf yg nmnya @maddaz alias muhammad saddam tlg hub sy kembali di tweet krn ini udah pelecehan kalo tdk sy akan pk pengacara."