| George Gillet (kiri), Rick Parry (tengah), dan Tom Hicks (Getty Images/Christopher Furlong) |
Tom Hicks, penguasaha yang mantan pemilik Liverpool, mulai melepas harga yang ditawarkan untuk membeli The Reds. Tidak main-main, Hicks dilaporkan melempar harga lebih dari £800 juta atau setara dengan Rp 11 triliun.
"Liverpool akan jadi investasi paling menguntungkan yang pernah saya buat," kata Hicks dilansir The Daily Telegraph, Sabtu 17 April 2010.
"Saya harus bisa membuat uangku kembali empat kali lipat. Liverpool adalah sesuatu yang paling berharga namun di saat bersamaan juga sangat menyakitkan," tambah penguasa asal Amerika Serikat itu.
Hicks membeli The Reds bersama George Gillet di tahun 2007 silam dengan harga 'hanya' £219 juta atau setara dengan Rp 3 triliun. Angka lebih dari £800 adalah empat kali hasil invetasinya tiga tahun lalu itu.
Namun 'empat kali lipat' yang dimaksudkannya sekarang membuat nilai The Reds melonjak di atas kemampuan rata-rata para pembeli kakap. Salah satu calon pembeli yang sempat menyatakan minat adalah sebuah kelompok konsorsium Kuwait.
Namun mereka pun merasa keberatan dengan harga sebesar £500 juta yang dipatok Gillet dan Hicks karena dianggap masih terlalu tinggi
Hal ini menyulut kemarahan para penggemar Liverpool. Spirit of Shankly sebagai organisasi para fans The Reds menyatakan keberatan dengan harga yang ditetapkan Hicks.
"Nilai yang dinyatakan dia (Hicks) dan George Gillet kalau nilai klub sudah bertambah empat kali lipat dalam waktu tiga tahun sangatlah tidak realistis," jawab perwakilan Spirit of Shankly.
"Tidak akan ada investor yang akan bayar sebanyak itu karena memang klub tidak bernilai sebesar itu."
Hicks dan Gillet secara resmi melepas diri dari The Reds pada 16 April 2010. Kini mereka sudah menunjuk Martin Broughton. sebagai Chairman yang baru. Tugas utama Broughton adalah mengawasi dan mendampingi penjualan The Reds.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar